Kamis, 14 April 2011

Jadwal Kegiatan Waisak Vihara Dharmakirti Palembang


Tema Waisak 2555 BE - 2011
“Semua yang terkondisi tidak abadi, dengan eling berjuanglah untuk pembebasan”









 
Panitia Waisak Majelis Buddhayana Indonesia Kota Palembang mengajak bapak/ ibu/ saudara/i. untuk berpartisipasi aktif dalam serangkaian kegiatan memperingati Hari Waisak 2555 BE – 2011

Day of Mindfullness (DOM)
Jumat, 22 April 2011
Pukul 08.00 – 17.00 WIB
Wihara Dharmakirti



Kunjungan Kasih
Minggu, 1 Mei 2011
Pukul 09.30 WIB s.d. selesai
Panti Jompo/ Panti Asuhan

Pembekalan Wisudhi Tisarana – Pancasila
Minggu, 01 Mei 2011 Pukul 11.00 – 12.30 WIB
Minggu, 08 Mei 2011 Pukul 11.00 – 12.30 WIB
Lantai III Wihara Dharmakirti

W

A

I

S

A

K

Upacara Pembukaan Pekan Atthasila (7 Mei – 17 Mei 2011)
Sabtu, 7 Mei 2011
Pukul 06.00 – 07.30 WIB
Dharmasala Wihara Dharmakirti

Upacara Pencurahan Air Wangi Bayi Siddharta
Minggu, 8 Mei 2011
Pukul 09.00 – 12.00 WIB
Dharmasala Wihara Dharmakirti

Aksi Donor Darah dan Pengobatan Massal
Minggu, 15 Mei 2011
Pukul 09.00 – 12.00 WIB
Bawah Pagoda Wihara Dharmakirti (Donor Darah)
Balai Pengobatan Bojjhangga (Pengobatan Massal)

Upacara Prosesi Waisak
Minggu, 15 Mei 2011
Pukul 14.00 WIB s.d. selesai
Bukit Siguntang

Upacara Penyalaan Pelita Waisak
Senin, 16 Mei 2011
Pukul 19.00 WIB s.d. selesai
Dharmasala Wihara Dharmakirti

Upacara Hari Waisak
Selasa, 17 Mei 2011
Pukul 07.30 WIB s.d. selesai
Dharmasala Wihara Dharmakirti

Upacara Wisudhi Tisarana – Pancasila & Pelepasan Atthasila
Selasa, 17 Mei 2011
Pukul 13.00 WIB s.d. selesai
Dharmasala Wihara Dharmakirti



Upacara Detik Sidhi Waisak (18.08.23)
Selasa, 17 Mei 2011
Pukul 17.00 WIB s.d. selesai
Dharmasala Wihara Dharmakirti

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia

Salam Metta
Panitia Waisak 2555 BE - 2011

Kamis, 31 Maret 2011

TEMA WAISAK 2555 BE & PENGUMUMAN HARI2 BESAR AGAMA BUDDHA

BERDASARKAN SURAT

No. : 002/SAGIN/III/2011
Hal : Tema Waisak 2011/ 2555 BE
Lamp. : -

Kepada Yth.
1. Para Ketua Wilayah Sangha Agung Indonesia
2. DPP MBI & Badan Otonom
di tempat.

Namo Sanghyang Adi Buddhaya
Namo Buddhaya Bodhisattwaya Mahasattwaya

Semoga kita semua senantiasa maju dalam penghayatan dan pengabdian Dharma.
Dengan surat ini kami sampaikan Pengumuman Sangha Agung Indonesia No. 002/SAGIN/III/2011
tentang Tema Waisak 2555 BE. Mohon agar Pengumuman ini disebarluaskan kepada seluruh biku/ni, samanera/i, pandita, dan umat wihara/cetya di wilayah Bhante/Awuso.
Adapun Tema Waisak 2011/2555 BE adalah :
“Semua yang Terkondisi Tidak Abadi, dengan Eling Berjuanglah untuk Pembebasan”.

Pesan Waisak 2555 BE dari Sangha Agung Indonesia akan dikirimkan menyusul menjelang hari Waisak 2555 BE. Akhir kata, semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Semarang, 28 Maret 2011
Maitricittena,
SANGHA AGUNG INDONESIA
Mahathera Nyanasuryanadi
Ketua Umum

Tembusan :
1. Presidium Sangha Agung Indonesia
2. Maha Nayaka Sangha Agung Indonesia
3. Maha Adhikari Sangha Agung Indonesia
4. Para Nayaka Sangha Agung Indonesia



DAN BERDASARKAN SURAT
Pengumuman No. 003/SAGIN/III/2011
HARI-HARI BESAR AGAMA BUDDHA
TAHUN 2555 BE

Namo Sanghyang Adi Buddhaya
Namo Buddhaya Bodhisattwaya Mahasattwaya
Sangha Agung Indonesia dengan ini mengumumkan bahwa hari-hari besar
agama Buddha tahun 2555 BE jatuh pada tanggal-tanggal sebagai berikut:
  • WAISAK 2555BE 17 Mei 2011 (18.08.23” WIB)
  • ASADHA 2555BE 15 Juli 2011
  • KATHINA 2555BE 12 Oktober 2011 - 11 November 2011
  • MAGHAPUJA 2555BE 08 Februari 2012
Mengenai hari Ulambana dan hari-hari besar para Buddha dan Bodhisattwa Mahasattwa yang berdasar pada penanggalan Lunar Tionghoa dapat diketahui tanggal jatuhnya pada penanggalan Solar Masehi dengan melihat
pada kalender Masehi yang juga mencantumkan tanggal Lunar Tionghoa.

Maitricittena,
Mahathera Nyanasuryanadi
Ketua Umum

SURAT EDARAN WAISAK 2555 BE


Nomor             :  30__/SAGIN WII/III/11                            
Prihal               :  Pemberitahuan dan Instruksi
Lampiran         : 1 Lembar

YTH. Pengurus MBI
(Majelis Buddhayana Indonesia) dan
Yayasan-Yayasan yang ada dalam pembinaan
Wilayah II SANGHA AGUNG INDONESIA

Namo Sangyang Adi Buddhaya
Namo Buddhaya Bodhisatvaya Mahasatvaya

Bersama surat ini kami lampirkan formulir Pendataan dan Penerbitan Ulang Piagam kepada Vihara, Cetya, Yayasan yang berada dalam naungan SANGHA AGUNG INDONESIA dan Pengumuman Hari-hari Besar Agama Buddha Tahun 2011-2012.
            Semoga Romo/Ibu Pandita, Saudara/i sedharma senantiasa sehat berbahagia dalam lindungan TRIRATNA. Pada kesempatan ini ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan;
1.      Berdasarkan surat dari ketua Binasarana SAGIN, YM Mahasthavira Nyanamaitri tanggal 23 Januari 2011 yang baru kami (Pengurus SAGIN WIL.II) terima pada tanggal 25 Maret 2011 melalui YM Mahasthavira Nyanajayabhumi; Prihal Penerbitan Piagam Baru dan akan didistibusikannya hibah buku dari Jepang berjudul “Ajaran Sang Buddha” serta akan menginformasikan kepada penerbit-penerbit Buddhis tentang pendistribusian buku/cd/vcd kepada cetya/vihara. Maka kami menghimbau segenap pengurus Vihara/Cetya/Yayasan dapat mengisi dan melengkapi formulir datang ulang terlampir dan mengirimkannya kembali kepada Pengurus Wilayah II untuk dikoodinasikan pengumpulannya ke Pengurus Binasarana SAGIN bersama-sama.
2.      Untuk diketahui bahwa saat ini Majelis Buddhayana Indonesia merupakan BADAN HUKUM DENGAN BENTUK PERKUMPULAN, dan pada tanggal 22 s.d 25 April 2011 akan diadakan RAKERNAS (Rapat Kerja Nasional) di Prasada Jinarakita –Jakarta, maka dari itu kami menginstruksikan kepada MBI TK I (Propinsi), dan MBI TK II (Kabupaten) untuk segera membentuk pengurus cabang PERKUMPULAN MBI. Dengan terbentuknya akta cabang ini, dapat membantu menghimpun aset berupa tanah vihara/cetya dll. yang belum memiliki Yayasan yang telah disesuaikan dengan peraturan perundangan tentang Yayasan tahun 2003 dan belum memliki sertifikat tanah yang sah menjadi berbadan hukum yang sah. Dengan syarat sebagai berikut:
Syarat-syarat akte cabang sbb :
1. Surat Kuasa dari MBI pusat.
2. Foto Kopi KTP pengurus + Lampiran SK Pengurus dan diserahkan ke notaris bersama dengan surat kuasa.
Cara kepemilikan aset tanah sbb :
1. Memiliki NPWP : cara bikin NPWP langsung ke kantor pajak terdekat
2. Surat keterangan dari Kanwil Kementrian Agama
3. Domisili
4. Setelah syarat 1,2,3 sudah ada bisa mengurus  akte ke notaris
3.       Berdasarkan pemberitahuan MBI Pusat yang disampaikan oleh Saudara Hendry Gunawan Candra pada rapat koordinasi  bersama SAGIN WII, MBI Propinsi BABEL, SEKBER BABEL, WBI BABEL, Februari 2011, tentang pemberian beasiswa bagi anak yang BERPRESTASI, KURANG MAMPU, dan BERMINAT KULIAH PADA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) JURUSAN APAPUN. Sekiranya Romo/Ibu dapat mengumumkan kepada umat Buddha di papan pengumuman maupun pada pujabhakti umum. Prosedur berikutnya dapat dikoordinasikan ke MBI setempat dan diberitahukan kepada kami.
4.      Untuk yayasan yang telah kadarluarsa; belum disesuaikan dengan UU Yayasan tahun 2003, belum terdaftar di Depkumham, belum terdaftar di BPN, belum memiliki NPWP dll. demi terciptanya disiplin organisasi dan kebaikan kita bersama, kami menghimbau agar segera disesuaikan dengan melibatkan anggota Sangha Agung Indonesia didalam kepembinaan. Dan atau jika dianggap memiliki kekurangan SDM (Sumber Daya Manusia) maka kami menghimbau untuk bergabung (membuat akta cabang) dengan Yayasan Sangha yang telah sah berbadan hukum seperti Yayasan Sangha Agung Indonesia Pusat/Yayasan Serlingpa Dharmakirti (Wilayah II)/Yayasan Balaputradewa (Wilayah II).
5.      Berdasarkan surat Dewan Pimpinan Pusat SAGIN, ketua umum SAGIN YM Mahathera Nyanasuryanadi, no.002/SAGIN/III/2011,tanggal 28 Maret 2011, tentang Tema Waisak 2011/2555 BE, adalah sebagai berikut: “Semua yang Terkondisi Tidak Abadi, dengan Eling Berjuanglah untuk Pembebasan”. Pesan Waisak 2555 BE menyusul, jika memungkinkan (wajib bagi daerah yang memiliki akses internet/e-mail) kami mohon kepada pengurus MBI untuk mengirimkan alamt e-mail khusus utk sekretariat MBI ke no.hp 0813-73529913, agar dapet cepat kami kirimkan info ini.
6.      Melihat perkembangan agama Buddha Dewasa ini, secara pribadi maupun organisasi, kami masih bermimpi dan membangun mimpi-mimpi indah untuk diwujudkan menjadi nyata. Mimpi-mimpi indah ini adalah (1) bagaimana dapat menjadikan komunitas sangha (baik monastik maupun bersama perumah tangga) dapat benar menjadi pelindung artinya kita bisa nyaman belajar dan berlatih didalamnya!?; (2) bagaimana menjalankan pembinaan umat buddha yang efektif dan efisien dengan memperhatikan peningkatan SDM, pelayanan pendalaman teori/praktik ajaran buddha seperti pembelajaran dasar-dasar ajaran buddha, pembekalan pranikah, retret hidup berkesadaran dll. yang selama ini hanya berkonsentrasi pada pelayanan ritual. Mari kita wujudkan bersama-sama demi “pembebasan” diri kita untuk kebaikan semua makhluk.


Yang terakhir kami mohon pancaran cinta dan kasih sayang kepada Guru kita YM. Bhante Vajragiri agar tetap tenang seimbang dalam menghadapi sakitnya. Demikian surat pemberitahuan dari kami, atas kerjasama dan kebijaksanaannya kami ucapkan terimakasih yang mendalam. Semoga Semua Hidup Berbahagia,Sadhu..



Palembang, 31 Maret 2011
atas nama Ketua Wilayah II SAGIN
TTD
YM. Vajragiri Mahasthavira







Tembusan:
YM. Bhante Dharmavimala, Ketua Bina Anggota SAGIN
YM. Bhante Suryanadi, Ketua Umum SAGIN
YM. Bhante Nyanamaitri, Ketua Binasarana SAGIN

Selasa, 22 Februari 2011

Kegitan Pelayanan Umat Buddha

Beberapa bidang pelayanan yang idealnya disediakan disetiap vihara yang dimediasi oleh komunitas Sangha (sebagai mediator) dan kepanjangan tangan Sangha seperti Majelis Buddhayana Indonesia yang dibantu korps pandita (sebagai pelaksana kegiatan) adalah sebagai berikut:

1.  Kegitan Pelayanan Ritual Puja Bhakti, dan dalam Pelatihan-pelatihan pemimpin puja Bhakti diketiga tradisi (Therawada, Mahayana dan Vajrayana).
2.  Kegiatan Pelatihan Dharmaduta dan Dharmaduta Muda.
3.  Kegiatan Pelatihan Kursus Dasar Ajaran Buddha.
3.  Kegiatan Upacara Peringatan Hari-hari besar dalam Agama Buddha.
4.  Kegiatan Pelatihan Upacarika (pelayanan kursus singkat pranikah, pelayanan pemberkatan pernikahan, bimbingan konseling paskah pernikahan dll.)
5.  Kegiatan Pelatihan Karuna Duta (pelayanan kunjungan kasih, upacara kematian dan kunjungan kerumah sakit).
6.  Bimbingan Konseling Keluarga Buddhis Bahagia yang disediakan bagi anak, pemuda, suami dan atau istri dengan topik seputar ekonomi buddhis, psikologi buddhis, pendidikan seks, hak  dan kewajiban kewajiban suami-istri-anak dll.

Semua kegiatan ini dapat diadakan sesuai dengan kebutuhan, baik melalui kelas-kelas workshop maupun dharmakelas. Terpenuhinya tujuan pembelajaran ini dapat menghilangkan dahaga umat buddha akan ajaran buddha. Tentunya bersifat aplikatif yang artinya dapat dipraktikan dalam keseharian untuk memenuhi kesempurnaan dalam pelayanan dan menjadi sempurna melalui pelayanan.  Bagi para umat buddha baik dalam komunitas buddhayana maupun umat buddha secara umum yang memiliki tingkat ekonomi menegah keatas, intelektual  dan telah dapat menggunakan media digital dapat memanfaatkan media seperti, Website/internet (web pembelajaran, elektronik book, file (.exe), media jaringan sosial), buku-buku bertemakan pembelajaran nilai-nilai buddhis. dll

Bahan Diskusi:
1. Bagaimana pelayanan-pelayanan yang  diharapkan ini terjadi dalam vihara Anda?
2. Mohon uraikan kondisi (hal-hal positif yang sudah berjalan) disertai usulan yang mungkin menurut Anda dapat dijalankan,
3. dan Masalah (Jika Ada) di wihara Anda disertai dengan pemecahan masalah berdasarkan pemahaman Anda!?

Maitricittena,
Sagin Wilayah II

Selasa, 15 Februari 2011

Doa Perspektif Buddhis

NASKAH DHAMMA DISAMPAIKAN PADA TKW JAMBI 2009
Doa Yang Benar Adalah Memusatkan Pikiran

Disusun Oleh:Michael Orlando C.
Persaudaraan Muda-Mudi Buddhis Bodhijaya-Baturaja

Tema : Doa Perspektif Buddhis
Judul : Doa Yang Benar Adalah Memusatkan Pikiran
Editor : TIM Red. Majalah Sakya

1. Latar Belakang

Lebih dari 2.500 tahun ajaran Buddha Gotama telah bertahan, melalui waktu dan proses yang begitu panjang Lord Buddha memaparkan ajaran-Nya. Saat ini, kebanyakan orang-orang yang lebih mementingkan kehidupan duniawi berdasarkan nafsu indriawi. Pada umumnya mereka sering melakukan ritual yang berlebihan hanya karena mereka percaya bahwa dengan ritual doa permohonan yang disertai dengan sedikit puji-pujian yang dilakukan terus-menerus dengan harapan permohonan mereka akan terwujud. Pemahaman yang seperti tidaklah tepat dan bertentangan dengan ajaran Buddha, karena dengan sikap seperti ini mereka mementingan pemuasan pribadi mereka dan beranggapan bahwa keberuntungan akan terus datang hanya jika seseoroang melakukan ritual doa. Misalnya untuk memperoleh kecantikan, usia panjang, kesehatan, kehormatan, kebahagiaan dan terlahir di alam surga; seseorang tidaklah dapat mencapainya hanya karena berdoa dan bersikap pasrah ‘tak berdaya. Akan tetapi seseorang hendaknya berusaha mewujudkannya dengan menempuh jalan kearah hal-hal itu.
Jawaban Lord Buddha terhadap pertanyaan Punnaka,
“…Doa-doa mereka, puji-pujian, persembahan dan aspirasi mereka semua dilakukan berdasarkan keinginan memiliki, ingin ganjaran. Mereka merindukan merindukan kenikmatan nafsu inderawi. Orang-orang yang ahli dalam persembahan ini bersuka-cita didalam nafsu untuk menjadi, orang-orang ini tidak akan dapat mengatasi usia tua dan kelahiran kembali” (sn.1046)

2. Masalah

Merujuk pada kamus besar Bahasa Indonesia doa adalah permohonan (harapan, permintaan dan pujian) kepada Tuhan. Dalam hal ini dapat kita ketahui bahwa pada umumnya doa yang dilakukan masyarakat umum ditujukan kepada Tuhan yang “Maha” Berdoa dalam Mora Parita juga memohon pertolongan dan perlindungan. Ini tidak salah, tetapi sembahyang atau doa tidaklah cukup untuk memecahkan masalah.

Nah,dari penjabaran singkat tersebut, timbulah beberapa pertanyaan, seperti:
• Apakah tepat berdoa yang diladasi “takut” dan “ditakut-takuti”?
• Apakah tepat berdoa dilandasi keinginan rendah?
• Apakah cukup hanya dengan berdoa untuk memcahkan masalah?

3. Penyelesaian

Berdoa karena “takut” akan sesuatu atau “ditakut-takuti”, misalnya pada kepercayaan dinamisme; benda, tempat, atau semacamnya yang menjadi objek penyembahan, tidaklah dibenarkan menurut pandangan Buddhis. Pandangan seperti ini mempercayai sesuatu yang maya. Sikap yang benar adalah mengandalkan Triratna sebagai pelindung; Buddha sebagai dokter, Dhamma sebagai obat, dan Sangha sebagai perwat. Dijelaskan dengan sangat rinci bagi mereka yang menginginkan berkah dalam Manggala Sutta.

Dr.Chris menuliskan dalam bukunya Faith and Prayer in the Healing of Cancer, mengatakan:

“Doa itu adalah mengakui dan menerima keberadaan makhluk tertinggi yang melampaui kita dalam segala hal,d engan memiliki hubungan yang harmonis dengan-Nya memberi kita keyakinan bahwa Dia akan menuntun kita dalam kehidupan”

Doa memang adalah alat berkomunikasi atau berhubungan dengan yang Ilahi, ditujukan kepada Buddha dan Bodhisatva sebagai manifestasi dari yang maha tinggi. Tetapi, harus kita mengerti Buddha dan Bodhisatva disini sesungguhnya bukan suatu sosok pribadi yang ada disebuah alam tertentu, melainkan suatu citra yang luhur yang seharusnya bersemayam dalam lubuk hati kita yang terdalam. Seorang budhis bahkan tidak bergantung dan pasrah kepada “makhluk superior” manapun juga untuk memecahkan masalahnya.

Doa dalam pandangan Buddhis adalah doa yang melimpahkan kebahagiaan dan kebajikan kita, baik melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan kepada semua makhluk di 31 alam kehidupan.

Berikut pernyataan Dr.Phang Cheng Kar (seorang praktisi Buddhis) dalam bukunya,
Don’t Worry Be Happy:

”Jika pula doa itu diperlukan itu seharusnya untuk memperkuat dan memusatkan pikiran dan BUKAN untuk memohon sesuatu.”

4. Kesimpulan

Doa dalam perspektif Buddhis merupakan doa yang mengabaikan “aku” dan mendahulukan “mereka”, dan melimpahkan kebahagiaan serta jasa kebajikan kepada semua makhluk hidup melalui pikiran, ucapan, perbuatan dan bukan “meminta” belaka, serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Doa merefleksikan pikiran. Pikiran yang benar memiliki tiga aspek;1. Tidak berdasarkan egoisme dan dorongan nafsu keduniawian yang bersifat rendah, 2. Mengungkapkan cinta kasih, bukan itikad yang jahat, 3. Mengandung belaskasih, bukan perasaan yang kejam. Kekuatan doa yang mendatangkan berkah akan tergantungan pada keyakinan dan pikiran yang benar.”

Doa karena kita takut atau dikarenakan pemenuhan keinginan rendah tidaklah dibenarkan. Mari kita berbenah diri melalui doa yang bermanfaat buat kehidupan kita dan semua makhluk bahkan terbebaskan dari lingkaran kelahiran dan kematian.

Sebagai penutup marilah kita menyimak doa dalam syair Shanti Deva (abad ke 7):

Semoga aku menjadi penawar rasa sakit bagi semua makhluk. Semoga aku menjadi dokter dan perawat bagi semua orang sakit. Semoga aku dapat memberi makan dan minum bagi semua yang menderita lapar dan kehausan. Semoga aku menjadi mestika yang ‘tak ternilai bagi orang-rang miskin. Semoga aku menjadi pembela bagi mereka yang dicampakkan, terlantar dipingir jalan. Semoga aku menjadi perahu dan titian bagi mereka yang merindukan pantai seberang. Semoga aku menjadi pelita penerang bagi mereka yang tersesat di jalan.



Daftar Bacaan
Dhammapada.2001,Yayasan Abdi Dhamma Indonesia
Intisari Buddhisme,”Semua adalah Logika”,Sangha Agung Indonesia
Don’t Worry Be Healthy,Dr.Phang Cheng Kar
Faith and Prayer in the Healing of Cancer,Dr.Chris

Selasa, 01 Februari 2011

SAGIN WILAYAH DUA

SANGHA AGUNG INDONESIA WILAYAH II
SAGIN WILAYAH II adalah komunitas/Sangha Monastik yang membina umat Buddha di ke emapat Propinsi; Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Data-data Vihara Pembinaan  Propinsi;

Jambi:
1. Vihara Buddhayana, Kuala Tungkal.
2. Vihara Sakyakirti, Jambi.
3. Vihara Padmakirti, Muara Bungo.

Sumatera Selatan:
1. Vihara Budda Indonesia, Lubuk Linggau.
2. Vihara Vihara Padmasari, Lahat.
3. Vihara Avalokitesvara, Muara Enim.
4. Vihara Dharmakirti, Palembang.
5. Vihara Bodhijaya, Baturaja.
6. Vihara Padmajaya, Palembang.
7. Vihara Samanthabadra, Palembang.
8. Vihara Maitribhumi, Palembang.

Bengkulu:
1. Vihara Buddhayana, Bengkulu.
2. Vihara Pancakaruna, Curup.
3. Vihara Buddhadipa, Sindang Jati

Bangka Belitung:
1. Vihara Avalokitesvara, Sungai Liat.
2. Vihara Rebo
3. Vihara Kumalabodhi, Pangkal Pinang.
4. Vihara Avalokitesvara, Kayu Besi.
5. Vihara Tathagatha Buddha, Belitung.